| Total Barang: | |
| SubTotal: | |
| Biaya Kirim akan dikonfirmasi | |
| Total tanpa biaya kirim: |
Keranjang Belanja Anda
Link Kami:
Toko Buku Griyasunnah.Com
Tampilkan postingan dengan label aurat wanita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aurat wanita. Tampilkan semua postingan
Jumat, 07 Mei 2010
Bahaya Tabarruj Berpakaian Tetapi Telanjang
Bahaya Tabarruj Berpakaian Tetapi Telanjang
Judul: Bahaya Tabarruj Berpakaian Tetapi TelanjangAsli: At-Tabarruj Wa Khataruhu
Penulis: Syaikh Abdullah bin Baaz
Penerbit: Maktabah Al-Ghuroba’
Tebal : 110 halaman
Fisik : 14,5 cm x 20,5 cm, uv, soft cover
Diskon: 20%
Harga: Rp. 14.000
Harga Disini: Rp. 11.200
Tak henti-hentinya musuh-musuh Islam melancarkan makarnya dalam rangka menghancurkan kaum muslimin dari dalam. Dan yang paling diincar adalah merusak dan menelanjangi kaum muslimah. Berbagai propaganda syaithan mereka jajakan untuk menggiring kaum muslimah keluar rumah dalam keadaan telanjang. Dari propaganda mereka yang mengatakan bahwa jilbab adalah pakaian adatwanita Arab saja, sampai kepada pelecehan dengan istilah pakaian tradisional. Hingga banyak dari kalangan kaum muslimah termakan olehnya dan meninggalkan jilbab. Mereka ganti jilbab-jilbab mereka dengan pakaian ketat atau transparan yang memamerkan bentuk dan kemolekan lekuk-lekuk tubuhnya.
Demikian itulah propaganda-propaganda yang dijajakan oleh musuh-musuh Islam untuk merusak generasi kaum muslimin. Dengan cara itu mereka hendak menyebarkan berbagai kerusakan ke dalam tubuh kaum muslimin.
Lalu bagaimana syari'at Islam menjaga kebaikan dan keselamatan agama dan umat ini dari berbagai bahaya yang sangat besar itu? Simaklah apa yang dituturkan oleh Asy Syaikh Al 'Allaamah Abdul Aziz bin Baz di dalam buku ini. Simak pula pengakuan dan penilaian para tokoh Amerika dan Inggris berkaitan dengan berbagai kerusakan yang menimpa generasi muda di negara mereka. Maka anda akan mengetahui betapa agungnya syari'at Islam ini. Semoga dengan buku ini Allah memberikan manfa’at bagi Islam dan kaum muslimin dan dengannya Allah membimbing mereka kepada perkara-perkara yang menghantarkan kepada segala kebaikan dunia maupun akhirat, dan Allah selamatkan mereka dari berbagai fitnah yang menghancurkan kehidupan dan merusak agama dan akhlaq.
Add to Cart
More Info
Harga Disini: Rp. 11.200
Tak henti-hentinya musuh-musuh Islam melancarkan makarnya dalam rangka menghancurkan kaum muslimin dari dalam. Dan yang paling diincar adalah merusak dan menelanjangi kaum muslimah. Berbagai propaganda syaithan mereka jajakan untuk menggiring kaum muslimah keluar rumah dalam keadaan telanjang. Dari propaganda mereka yang mengatakan bahwa jilbab adalah pakaian adatwanita Arab saja, sampai kepada pelecehan dengan istilah pakaian tradisional. Hingga banyak dari kalangan kaum muslimah termakan olehnya dan meninggalkan jilbab. Mereka ganti jilbab-jilbab mereka dengan pakaian ketat atau transparan yang memamerkan bentuk dan kemolekan lekuk-lekuk tubuhnya.
Demikian itulah propaganda-propaganda yang dijajakan oleh musuh-musuh Islam untuk merusak generasi kaum muslimin. Dengan cara itu mereka hendak menyebarkan berbagai kerusakan ke dalam tubuh kaum muslimin.
Lalu bagaimana syari'at Islam menjaga kebaikan dan keselamatan agama dan umat ini dari berbagai bahaya yang sangat besar itu? Simaklah apa yang dituturkan oleh Asy Syaikh Al 'Allaamah Abdul Aziz bin Baz di dalam buku ini. Simak pula pengakuan dan penilaian para tokoh Amerika dan Inggris berkaitan dengan berbagai kerusakan yang menimpa generasi muda di negara mereka. Maka anda akan mengetahui betapa agungnya syari'at Islam ini. Semoga dengan buku ini Allah memberikan manfa’at bagi Islam dan kaum muslimin dan dengannya Allah membimbing mereka kepada perkara-perkara yang menghantarkan kepada segala kebaikan dunia maupun akhirat, dan Allah selamatkan mereka dari berbagai fitnah yang menghancurkan kehidupan dan merusak agama dan akhlaq.
Diposting oleh
Anonim
di
09.45
Label:
adat arab,
aurat wanita,
berpakaian tapi telanjang,
dasar ahkam fikih,
Fatwa,
jilbab,
kewanitaan,
Maktabah Al-Ghuroba',
pakaian transparan,
tabarruj,
wanita muslimah
0
komentar
Kamis, 06 Mei 2010
Bahaya Pamer Aurat dan Pergaulan Bebas bagi Wanita
Bahaya Pamer Aurat dan Pergaulan Bebas bagi Wanita
Judul: Bahaya Pamer Aurat dan Pergaulan Bebas bagi WanitaAsli: Ar-Rasail Wal Fatawa An-Nisaiyah
Penulis: Syaikh Abdul Aziz bin Baz
Penerbit: Pustaka Sumayyah
Tebal : xxiv + 108 halaman
Fisik : 14 cm x 21 cm, uv, shrink, soft cover
Diskon: 20%
Harga: Rp. 20.000
Harga Disini: Rp. 16.000
Kepada semua wanita muslimah yang suka memamerkan auratnya, hendaknya mereka memperhatikan ancaman dari Nabinya, Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wasallam, bahwa mereka tidak akan masuk surga dan mencium baunya, padahal bau surga dapat tercium dari jarak jauh.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Dua kelompok dari penghuni neraka yang belum pemah aku melihatnya. (Yang pertama) suatu kaum yang mempunyai cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya. Dan (yang kedua) wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok jalannya, kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya tercium dari jarak sekian dan sekian. (HR. Al-Imam Muslim)
"Berpakaian tapi telanjang" maksudnya adalah berpakaian tapi tidak menutup auratnya, baik karena tipis, ketat, ataupun pendek.
Kepada semua wanita muslimah yang suka memamerkan auratnya, bergaul bebas dengan para lelaki, dan berpacaran, hendaknya mereka mengetahui bahwa perbuatan mereka itu merupakan jalan-jalan menuju zina. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah, dan mulut berzina dan zinanya adalah cium." (HR. Muslim dan Abu Dawud)
Kepada semua wanita muslimah yang suka mernamerkan auratnya, kami hadirkan sebuah buku sebagai bentuk nasihat peringatan-yang ditulis oleh Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz salah seorang ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Semoga buku ini menjadi penyebab bagi para muslimah untuk kembali menutup auratnya, menjaga kehormatannya, dan tidak bergaul bebas dengan para lelaki.
Add to Cart
More Info
Harga Disini: Rp. 16.000
Kepada semua wanita muslimah yang suka memamerkan auratnya, hendaknya mereka memperhatikan ancaman dari Nabinya, Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wasallam, bahwa mereka tidak akan masuk surga dan mencium baunya, padahal bau surga dapat tercium dari jarak jauh.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
"Dua kelompok dari penghuni neraka yang belum pemah aku melihatnya. (Yang pertama) suatu kaum yang mempunyai cemeti seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengannya. Dan (yang kedua) wanita yang berpakaian tapi telanjang, berlenggak-lenggok jalannya, kepala-kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya tercium dari jarak sekian dan sekian. (HR. Al-Imam Muslim)
"Berpakaian tapi telanjang" maksudnya adalah berpakaian tapi tidak menutup auratnya, baik karena tipis, ketat, ataupun pendek.
Kepada semua wanita muslimah yang suka memamerkan auratnya, bergaul bebas dengan para lelaki, dan berpacaran, hendaknya mereka mengetahui bahwa perbuatan mereka itu merupakan jalan-jalan menuju zina. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Kedua tangan berzina dan zinanya adalah meraba, kedua kaki berzina dan zinanya adalah melangkah, dan mulut berzina dan zinanya adalah cium." (HR. Muslim dan Abu Dawud)
Kepada semua wanita muslimah yang suka mernamerkan auratnya, kami hadirkan sebuah buku sebagai bentuk nasihat peringatan-yang ditulis oleh Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz salah seorang ulama Ahlussunnah wal Jamaah. Semoga buku ini menjadi penyebab bagi para muslimah untuk kembali menutup auratnya, menjaga kehormatannya, dan tidak bergaul bebas dengan para lelaki.
Diposting oleh
Anonim
di
14.24
Label:
aurat wanita,
berdandan,
dasar ahkam fikih,
Fikih,
fiqih,
jilbab,
kewanitaan,
Pustaka Sumayyah,
tabarruj,
wanita muslimah
0
komentar
Jilbab Wanita Muslimah, Tuntunan Berpakaian Yang Syar’i bagi Muslimah
Jilbab Wanita Muslimah, Tuntunan Berpakaian Yang Syar’i bagi Muslimah
Judul: Jilbab Wanita Muslimah, Tuntunan Berpakaian Yang Syar’i bagi MuslimahAsli: Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah Fil Kitab Was Sunnah
Penulis: Al-Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Penerbit: Penerbit Sumayyah
Tebal : xvi + 236 halaman
Fisik : 16 cm x 24 cm, uv, shrink, soft cover
Diskon: 20%
Harga: Rp. 37.000
Harga Disini: Rp. 29.600
Akhir-akhir ini banyak bermunculan model dan motif pakaian "jilbab". Bak jamur di musim hujan. Sebut saja seperti "jilbab gaul", "jilbab inneke", "jilbab ratih sang", "jilbab munajat". Motifnya pun bermacam-macam. Dari mulai yang terkesan biasa, berenda, motif payet, sampai diberi berbagai pernik dan aksesoris lainnya. Di antara model pakaian "jilbab" yang disebutkan di atas, yang saat ini banyak digandrungi adalah "jilbab gaul". Yang dimaksud dengan "jilbab gaul" adalah pakaian yang ketat, tipis, atau pendek, yang dipadu dengan kerudung, sehingga kalau dilihat seperti wanita berkerudung tetapi telanjang, karena bentuk lekuk tubuhnya sangat jelas kelihatan. Apakah seperti ini pakaian jilbab yang diajarkan Islam? Bagaimanakah pakaian syar'i yang wajib dipakai wanita muslimah? Dan apa syarat-syarat pakaian yang dapat menutup aurat seorang muslimah! Dijelaskan di dalam buku ini, bahwa syarat-syarat pakaian jilbab wanita muslimah yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya adalah menutupi seluruh tubuh selain wajah dan kedua telapak tangan; pakaian tersebut tidak berfungsi sebagai perhiasan; tidak tipis dan sempit (ketat) sehingga terlihat lekuk tubuhnya; tidak diberi parfum; tidak menyerupai pakaian lelaki maupun pakaian wanita kafir; serta bukan pakaian syuhrah (ketenaran). Al-Imam Al-Albani di dalam buku ini berpendapat bahwa wajah dan kedua telapak tangan bukan termasuk aurat, karena beliau memiliki dalil-dalil yang kuat dari Al-Qur'an, As-Sunnah, atsar para Salaf, dan pendapat mayoritas ulama.
Di antara mereka adalah Aisyah, Ibnu Abbas, Ibnu Athiyah, Al-Qurthubi, Al-Hafizh Ibnul Qaththan, Qatadah, Ibnu Muflih AI-Hanbali, Ibnu Hazm, AI-Imam An-Nawawi, Al-Qadhi 'Iyadh, dan ulama lainnya. Bahkan Ibnu Hubairah AI-Hanbali di dalam kitab Al-Ifshah menyatakan bahwa tiga imam madzhab berpendapat bahwa wajah bukanlah aurat. Beliau juga berkata, "Ini juga merupakan pendapat Al-Imam Ahmad dalam satu riwayat." Tetapi jika. wajah tersebut diberi make up, sebagaimana dilakukan mayoritas muslimah aktivis dakwah, maka Al-Imam Al-Albani berpendapat wajib untuk ditutup. Al-Imam Al-Albani berusaha memaparkan permasalahan ini secara ilmiah berdasar dalil-dalil yang valid dari Al-Qur'an, As-Sunnah, dan atsar serta praktik amaliah para shahabiyah.
Kalau pembaca membaca semua karya beliau, termasuk buku ini, maka pembacA akan mendapatkan ulasan yang sangat menakjubkan. Semua ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang imam dalam bidang tarsir dan fiqih, sebagaimana pula imam dalam bidang hadits. Semoga Allah merahmati beliau.
Add to Cart
More Info
Harga Disini: Rp. 29.600
Akhir-akhir ini banyak bermunculan model dan motif pakaian "jilbab". Bak jamur di musim hujan. Sebut saja seperti "jilbab gaul", "jilbab inneke", "jilbab ratih sang", "jilbab munajat". Motifnya pun bermacam-macam. Dari mulai yang terkesan biasa, berenda, motif payet, sampai diberi berbagai pernik dan aksesoris lainnya. Di antara model pakaian "jilbab" yang disebutkan di atas, yang saat ini banyak digandrungi adalah "jilbab gaul". Yang dimaksud dengan "jilbab gaul" adalah pakaian yang ketat, tipis, atau pendek, yang dipadu dengan kerudung, sehingga kalau dilihat seperti wanita berkerudung tetapi telanjang, karena bentuk lekuk tubuhnya sangat jelas kelihatan. Apakah seperti ini pakaian jilbab yang diajarkan Islam? Bagaimanakah pakaian syar'i yang wajib dipakai wanita muslimah? Dan apa syarat-syarat pakaian yang dapat menutup aurat seorang muslimah! Dijelaskan di dalam buku ini, bahwa syarat-syarat pakaian jilbab wanita muslimah yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya adalah menutupi seluruh tubuh selain wajah dan kedua telapak tangan; pakaian tersebut tidak berfungsi sebagai perhiasan; tidak tipis dan sempit (ketat) sehingga terlihat lekuk tubuhnya; tidak diberi parfum; tidak menyerupai pakaian lelaki maupun pakaian wanita kafir; serta bukan pakaian syuhrah (ketenaran). Al-Imam Al-Albani di dalam buku ini berpendapat bahwa wajah dan kedua telapak tangan bukan termasuk aurat, karena beliau memiliki dalil-dalil yang kuat dari Al-Qur'an, As-Sunnah, atsar para Salaf, dan pendapat mayoritas ulama.
Di antara mereka adalah Aisyah, Ibnu Abbas, Ibnu Athiyah, Al-Qurthubi, Al-Hafizh Ibnul Qaththan, Qatadah, Ibnu Muflih AI-Hanbali, Ibnu Hazm, AI-Imam An-Nawawi, Al-Qadhi 'Iyadh, dan ulama lainnya. Bahkan Ibnu Hubairah AI-Hanbali di dalam kitab Al-Ifshah menyatakan bahwa tiga imam madzhab berpendapat bahwa wajah bukanlah aurat. Beliau juga berkata, "Ini juga merupakan pendapat Al-Imam Ahmad dalam satu riwayat." Tetapi jika. wajah tersebut diberi make up, sebagaimana dilakukan mayoritas muslimah aktivis dakwah, maka Al-Imam Al-Albani berpendapat wajib untuk ditutup. Al-Imam Al-Albani berusaha memaparkan permasalahan ini secara ilmiah berdasar dalil-dalil yang valid dari Al-Qur'an, As-Sunnah, dan atsar serta praktik amaliah para shahabiyah.
Kalau pembaca membaca semua karya beliau, termasuk buku ini, maka pembacA akan mendapatkan ulasan yang sangat menakjubkan. Semua ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang imam dalam bidang tarsir dan fiqih, sebagaimana pula imam dalam bidang hadits. Semoga Allah merahmati beliau.
Diposting oleh
Anonim
di
10.52
Label:
aurat wanita,
Fatwa,
Fikih,
fiqih,
jilbab,
kerudung,
Pustaka Sumayyah,
wanita muslimah
0
komentar
Langganan:
Komentar (Atom)


